HIDANGAN PENUTUP
Sangkaku langit cerah
angin bertiup pelan, membelai
wajahmu; kuraba-
raba lindap
dipadamkan lampu-
lampu, dan bisu bangku
tak ada kata, hanya
lagu mengalun
sendu lamat-
lamat merambat
menjangkau udara
Di ujung pisau bisu
menggores nyeri kepergian
setangkai kembang
kugenggam duri-
duri yang kau beri
kutelan getir
getir rasa masakan
semangkuk
takdir:
Bergerigi di jantungku!
Banjar 2017
1 komentar:
Nurohman al faiz
Posting Komentar