kota mati
kota itu sekarat
tak terdengar barang ringik
jantung kendaraan berlalang lalu
hanya bunyi kersak
kering daun terseret angin
menyapu aspal berdebu
pudar warna gedung
seorang berbaring di dalam kamar
menggenggam biji-biji tasbih
bulan yang tergantung
menitipkan cahaya kepada kaca jendela
menegaskan biru kulit gadis itu
biru pucat
'mungkinkah dia sedang memimpikan kota baru?'
~al
Tidak ada komentar:
Posting Komentar