Bohlam Mushola
ia masih berjaga di mushola kecil ini
meski redup dan sesekali mengerdip
membalas kersak ujung sapu lidi
yang menggaruk sajadah-sajadah
'seperti yang sudah-sudah--tuhan selalu lembur.'
di malam-malam legam nan sepi
menanti kita membuatkan secangkir kopi
dan mendengar cerita keluh-kesah
akantetapi wabah mengurung
tuhan dan bohlam itu dalam rumah ibadah
bersama isak sapu lidi dan lipatan-lipatan sajadah.
'sampai kapan kita hendak merawat resah?'
~al
270320
Tidak ada komentar:
Posting Komentar